Skip to Content

Agen Bola Online
Hugo Lloris Keluhkan Performa Tottenham Hotspur di Kancah Eropa

Hugo Lloris Keluhkan Performa Tottenham Hotspur di Kancah Eropa

Closed
by July 26, 2017 Dunia, Home

Bola389 Lima musim bersama Tottenham Hotspur, Hugo Lloris tidak juga mendapat hasil bagus di kompetisi Eropa. Lloris berharap musim depan Spurs menunjukkan peningkatan. Saat masih bersama Olympique Lyon, Lloris pernah menembus semifinal Liga Champions. Namun pencapaian terbaik kiper asal Prancis itu bersama Spurs di kompetisi Eropa adalah perempatfinal Liga Europa pada 2013/2014.

Musim lalu, Spurs justru gagal total di Liga Champions setelah langsung tersingkir di fase grup. Terlempar ke Liga Europa, tim arahan Mauricio Pochettino itu juga cuma sampai babak 32 besar.

“Sudah lima musim Aku bersama Spurs dan Aku sedikit frutrasi dengan kompetisi Eropa,” ujar Lloris seperti dilansir ESPN FC.

“Kami punya talenta untuk melaju lebih jauh daripada sebelumnya. Bahkan di Liga Champions –level tertinggi– kami punya potensi untuk mencapai level berikutnya.”

“Semoga musim ini kami bisa membuktikan nilai kami yang sesungguhnya melawan tim-tim terbaik di Eropa dan melaju sejauh mungkin, bahkan apabila memang target pertama adalah lolos dari fase grup,” ucapnya.

Bagi sejumlah pemain Spurs, musim lalu jadi pengalaman pertama mereka di Liga Champions. Minimnya pengalaman di kompetisi tertinggi antarklub Eropa itu disebut-sebut jadi salah satu faktor kegagalan Spurs.

Walaupun demikian, Spurs menunjukkan sinyal positif di Premier League dengan finis di tiga besar dalam dua musim terakhir. Hugo Lloris pun berharap Spurs bisa menularkan performanya di Premier League ke Liga Champions.

“Lewat pengalaman yang berbeda dua tahun lalu, musim lalu, dan Liga Champions, bahkan ketika kami gagal, penting untuk melewati situasi yang berbeda untuk tumbuh bersama-sama. Seperti biasa, kami akan mencoba bersaing dan sekompetitif mungkin melawan klub-klub lain,” ucap Hugo Lloris.

“Contoh terbaik adalah cara kami bersaing dalam dua musim terakhir di Premier League. Aku pikir kami sudah bisa menampilkan performa yang luar biasa di Premier League dan kami cuma harus mengulangnya di Liga Champions. Semoga itu terjadi tahun ini,” katanya.

Tottenham Hotspur Lebih Memilih Pemain Akademi Ketimbang Belanja Pemain Mahal

Tottenham Hotspur belum juga mendatangkan pemain baru di bursa transfer musim panas ini. The Lilywhites memilih untuk berhati-hati dan berusaha memprioritaskan pemain-pemain dari akademi mereka.

Aktivitas transfer yang sudah dilakukan oleh Spurs justru berupa penjualan pemain. Mereka mendapatkan 50 juta pound sterling dari hasil penjualan Kyle Walker ke Manchester City. Selain itu, mereka juga menjual Federico Fazio ke AS Roma dan Clinton N’Jie ke Marseille.

Sementara dalam hal mendatangkan pemain baru, Spurs masih pasif. Mereka tetap adem ayem ketika klub-klub rival berlomba-lomba menggelontorkan banyak uang untuk belanja pemain. Chairman Spurs, Daniel Levy, membela kebijakan transfer klubnya. Menurut Levy, klubnya tidak berada dalam situasi terdesak untuk membeli pemain.

Levy juga gembira karena Mauricio Pochettino bukan tipikal manajer yang boros di bursa transfer dan lebih menyukai pemain-pemain binaan sendiri. Selain itu, dia membantah anggapan Spurs berhemat karena tengah membangun stadion baru.

“Terlepas dari proyek stadion, posisi kami hari ini pada transfer adalah kami memiliki seorang pelatih yang sangat yakin kepada akademi,” ujar Levy yang dikutip Sky Sports.

“Kecuali kami bisa menemukan seorang pemain yang akan membuat perbedaan, dia lebih memilih memberi kesempatan kepada salah satu pemain akademi kami. Jadi, itu tidak ada kaitannya dengan membiayai stadion.

“Pada saat yang bersamaan, akademi penting karena kami bisa menghasilkan pemain-pemain kami sendiri. Kami tidak harus menghabiskan 20 juta, 30 juta, 40 juta untuk seorang pemain, dan tentu saja pemain-pemain binaan sendiri memiliki keterikatan dengan klub, sesuatu yang tidak dimiliki oleh seorang pemain yang kami beli.

“Itulah yang ingin dilihat oleh fans. Mereka menginginkan gairah itu. Itulah yang Kamu dapatkan dengan seorang pemain binaan sendiri dan itulah kenapa orang-orang mencintai Harry Kane dan bernyanyi bahwa dia adalah salah satu dari kami sendiri.

“Tentu saja ketika Kamu membangun stadion sebesar ini dalam konteks di Inggris, semuanya harus dibiayai sendiri. tidak ada bantuan apapun dari negara.

“Itu adalah sebuah tantangan dan kami harus menemukan keseimbangan yang pas, tapi saat ini hal itu tidak memengaruhi kami dalam aktivitas transfer karena kami belum sampai ke posisi di mana kami telah menemukan seorang pemain yang ingin kami beli tapi tidak mampu kami beli,” kata Levy.

Previous
Next