Skip to Content

Donnarumma Diminta Contoh Kaka dan Shevchenko

Donnarumma Diminta Contoh Kaka dan Shevchenko

Closed
by June 18, 2017 Dunia

Bola389 Kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma, diingatkan oleh Arrigo Sacchi. Dia diminta melihat Kaka dan Andriy Shevchenko yang meredup usai meninggalkan Rossoneri. Kaka dan Shevchenko meningalkan Milan pada saat di puncak kejayaan. Kaka merapat ke Real Madrid, sementara Shevchenko bergabung dengan Chelsea. Kedua pemain itu lalu menjadi flop di klub barunya. Kaka acapkali berurusan dengan ruang perawatan karena cedera. Sedangkan Shevchenko kehilangan ketajaman.

Hal itu yang dijadikan eks pelatih Milan, Sacchi, sebagai referensi untuk Donnarumma. Setelah tampil oke dengan catatan 146 penyelamatan dalam 38 pertandingan bersama I Diavolo Rosso, dia tak mau memperpanjang kontrak yang akan selesai tahun depan. Donnarumma pun kian dekat dengan pintu keluar Milan. Juventus, Real Madrid, dan Manchester United disebut sebagai peminatnya.

“Aku sudah terbiasa untuk menghormati Donnarumma sebagai pribadi dan pemain. Tapi, Aku terhenyak dengan kurangnya rasa terima kasih pada Milan,” kata Sacchi di La Gazzetta dello Sport. “Ini merupakan keputusan yang membuat Aku meragukan tak cuma integritas pribadi, tapi juga karier masa depannya.”

“Aku ingin mengingatkan dia pada orang yang menganggap uang adalah segalanya. Sebagai contoh Kaka dan Shevcenko, yang meninggalkan Milan untuk Real Madrid dan Chelsea, kemudian sangat menyesalinya,” imbuhnya.

Kaka adalah pemain yang sangat bersinar di masa kejayaannya, begitupula dengan penyerang dan top skor mereka saat itu, Andri Shevchenko yang hijrah ke Chelsea karena dipinang oleh Roman Abramovic ke Stamford Bridge.

Keputusan Kaka waktu itu memang dinilai sebagian pendukung AC Milan sangat tidak tepat karena Ia diambang masa kejayaan dan kala itu AC Milan sedang banyak sekali memenangkan kejuaraan liga domestik maupun, internasional, namun Ia tidak bisa menolak pinangan Real Madrid yang menggajinya lebih dari dua kali lipat gajinya di San Siro.

Sedangkan Shevchenko yang kala itu bersinar dengan membawa AC Milan menjadi juara Liga domestik dan juga Liga Champions, setelah pindah ke Chelsea justru meredup dan keran gol nya seakan-akan berhenti mengucur deras seperti kala bermain untuk AC Milan.

Previous
Next