Skip to Content

Saudi Arabia Larang Warganya Kenakan Jersey Barca

Saudi Arabia Larang Warganya Kenakan Jersey Barca

Closed
by June 12, 2017 Dunia

Bola389 Pemutusan hubungan sejumlah negara Arab dengan Qatar berimbas pada para penggemar Barcelona di Arab Saudi. Sebab, pemerintah negara kaya minyak tersebut melarang warganya mengenakan jersey atau kostum Blaugrana karena terdapat logo sponsor Qatar Airways.

Seperti dilansir Dailymail.co.uk, jika ada yang melanggar, pemerintah setempat akan menjatuhkan denda 120.000 pound sterling (Rp 2,03 miliar) hingga kurungan 12 tahun.

Retaknya hubungan diplomatik antara Qatar dengan sejumlah negara Timur Tengah menjadi penyebab diberlakukannya peraturan tersebut. Arab Saudi menuding tetangganya itu memiliki hubungan dengan kelompok ekstremis yang mengacu terhadap aksi terorisme.

Pemerintah Arab Saudi lantas melarang segala hal yang berkaitan dengan Qatar. Sebelumnya, negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Mesir, Yaman, dan Bahrain, juga melakukan aksi serupa.

Sepak bola pun menjadi satu di antara aspek yang terkena dampak secara langsung. Barcelona terancam akan kehilangan pundi-pundi pendapatannya karena langkah yang diambil pemerintah Arab Saudi dan sejumlah negara Timur Tengah terkait Jersey.

Sejak 2011, Qatar Sports Investment merupakan sponsor utama di Jersey Barcelona. Namun, masa kerja sama mereka telah berakhir karena tim Catalan akan disuplai perusahaan asal Jepang, Rakuten, pada musim 2017-2018.

Barcelona bukanlah satu-satunya klub yang terkena dampak negatif atas polemik tersebut. Paris Saint-Germain merupakan satu di antara klub yang diberitakan akan bernasib sama, mengingat memiliki kesepakatan sponsor dengan perusahaan Jersey Qatar lainnya, Emirates.

Qatar Tak Akan Mengusir Warga Arab Di Negrinya

Krisis Teluk yang melibatkan Qatar dan Arab Saudi cs belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kendati diisolasi, Qatar menegaskan akan mengizinkan warga dari negara yang memutuskan hubungan diplomatik dengannya tetap tinggal di wilayah negaranya.

Sebuah pernyataan yang dilansir media pemerintah Qatar menyatakan Doha “tidak akan mengambil tindakan apa pun terhadap warga yang berasal dari negara-negara yang memutuskan hubungan diplomatik atau menurunkan perwakilan representasi diplomatik dengan Qatar.” Demikian seperti Redaksi Bola389 kutip dari Al Araby, Senin 12 Juni 2017.

Dalam pernyataan itu disebutkan pula, Qatar bertindak sesuai dengan keyakinan dan prinsipnya yang teguh.

Sementara itu, kebijakan pemutusan hubungan diplomatik dan blokade udara dan laut yang diambil Saudi cs dinilai akan memengaruhi lebih dari 11.000 warga negara-negara Teluk.

Atas dasar tuduhan mendukung ekstremisme dan terorisme, Arab Saudi, Bahrain, Mesir, Uni Emirat Arab, Mauritius, Mauritania, Yaman, Libya, dan Maladewa memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain bahkan memberlakukan blokade udara dan laut terhadap Qatar dan memerintahkan warga Qatar meninggalkan negara mereka dalam waktu 14 hari sejak pemutusan hubungan diplomatik pada 5 Juni lalu.

Data Komite HAM Nasional Doha menunjukkan, 8.254 warga Saudi bermukim di Qatar. Sementara itu, terdapat 2.349 warga Bahrain yang juga tinggal di negara yang hanya memiliki luas 11.571 kilometer persegi tersebut.

Qatar yang merupakan salah satu pemilik Sovereign Wealth Fund (SWF) terbesar di dunia ini pun menjadi “rumah” bagi 748 warga Uni Emirat Arab.

SWF adalah dana abadi yang dimiliki oleh pemerintah yang diinvestasikan dalam instrumen seperti deposito untuk mendapatkan bunga, saham untuk mendapatkan gain atau dividen, atau instrumen bentuk lain untuk mendapatkan gain atau pendapatan jenis lain.

Previous
Next