Ranieri Puji Alegri Usai Juventus Lolos ke Semifinal

Bola389 – Juventus berhasil membalaskan dendam final Liga Champions musim 2014-2015 atas Barcelona. Si Nyonya Tua mampu menyingkirkan Barcelona di babak perempat final Liga Champions musim ini. Paulo Dybala dan kawan-kawan melenggang ke semifinal dengan keunggulan agregat 3-0 atas Barcelona. Pada laga leg kedua, Juventus menahan imbang Barca tanpa gol di Camp Nou, Rabu (19/4). Banyak pihak memuji taktik gerendel yang dipertontonkan skuat Juventus dalam laga melawan Barcelona tersebut. Tak terkecuali salah satu pelatih berpengaruh Italia, mantan peltih yang membawa Leicester City juara Liga Inggris untuk pertama kalinya, Claudio Ranieri.

Namun, sorotan mantan peltih yang membawa Leicester City juara Liga Inggris untuk pertama kalinya, Claudio Ranieri yang pernah menjadi arsitek Si Nyonya Tua (2007-2009) adalah kejelian taktik pelatih Juventus, Mantan pelatih AC Milan yang kini mengarsiteki Si Nyonya Tua Juventus, Massimilliano Allegri.

“Saya pikir masterpiece dari (taktik) Mantan pelatih AC Milan yang kini mengarsiteki Si Nyonya Tua Juventus, Massimilliano Allegri adalah memainkan dua gelandang sentral dengan banyak kualitas. Kami (para pelatih) biasanya memainkan satu gelandang bertahan, tapi Mantan pelatih AC Milan yang kini mengarsiteki Si Nyonya Tua Juventus, Massimilliano Allegri memainkan dua (Miralem) Pjanic dan (Sami) Khedira,” tukas mantan peltih yang membawa Leicester City juara Liga Inggris untuk pertama kalinya, Claudio Ranieri dalam bincang analisis pascapertandingan dengan mantan penyerang timnas Inggris, Gary Lineker, di BT Sport, Kamis (20/4).

Ranieri–yang saat ini tengah menganggur setelah dipecat Leicester City pada Februari lalu– secara khusus memuji Pjanic. Ranieri mengaku sebelum laga Juve melawan Barca di Camp Nou, dirinya mengenal Pjanic sebagai gelandang sentral yang bermain di belakang penyerang. Namun, sambung pria 65 tahun tersebut, Pjanic terlihat piawai bermain sebagai gelandang bertahan bersama Khedira di lini tengah Juventus.

Selain itu, mantan peltih yang membawa Leicester City juara Liga Inggris untuk pertama kalinya, Claudio Ranieri pun memuji kiprah dua sayap Juventus di Camp Nou. Dalam laga itu, pada awal kick-off, Mantan pelatih AC Milan yang kini mengarsiteki Si Nyonya Tua Juventus, Massimilliano Allegri memainkan dua bek tengah (Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci) dan dua bek sayap (Dani Alves dan Alex Sandro).

Kiprah para bek sayap di markas Barcelona itu terbantu dengan rajinnya dua winger, Juan Cuadrado dan Mario Mandzukic membantu pertanahan di kedua sisi. Hal itu dinilai bisa memotong keagresifan Barcelona yang mengandalkan trio Messi-Suarez-Neymar.

“Orang-orang Italia ini ingin menutupi (pergerakan) di lini tengah, membiarkan (serangan Barcelona) ke sayap. Ketika di sisi lapangan anda akan mendapatkan dua lawan 1, bukan 1 lawan 1,” ujar mantan peltih yang membawa Leicester City juara Liga Inggris untuk pertama kalinya, Claudio Ranieri.

“Untuk alasan itu sangat penting bagi Cuadrado di kanan dan Mandzukic di kiri. Selalu melapis Alex Sandro di kiri dan di kanan Dani Alves.”

Dan, dengan meninggalkan dua gelandang bertahan di tengah acap kali trio Barcelona membangun serangan–terutama serangan balik, lima pemain Juventus segera mundur untuk mematikannya.

Mantan pelatih AC Milan yang kini mengarsiteki Si Nyonya Tua Juventus, Massimilliano Allegri pun memainkan Andrea Barzagli setelah berjalan tiga per empat waktu pertandingan normal. Kehadiran Barzagli itu membuat Juventus kembali ke format tiga bek sentral di lini belakang.

Dan, sistem gerendel pun makin diperkuat dengan masuknya Mario Lemina yang mengganti Juan Cuadrado (84′) dan Kwadwo Asamoah mengganti Gonzalo Higuain (88′).

Tandem mantan peltih yang membawa Leicester City juara Liga Inggris untuk pertama kalinya, Claudio Ranieri dalam program analisis pascapertandingan yang dipandu Lineker tersebut, Rio Ferdinand, pun memuji pertahanan Juventus terutama Cuadrado dan Mandzukic.

“Mandzukic, (pemain) nomor sembilan, yang bermain di samping (kiri) membantu pertahanan, Cuadrado juga fantastis. Dua orang itu fantastis, pantas diberi kredit,” tukas Ferdinand.

Bek legendaris Inggris tersebut itu menilai kiprah Mandzukic dan Cuadrado melengkapi sistem gerendel atau catenaccio Juventus. Pasalnya, di lini belakang, Juventus memiliki barisan pertahanan yang kompak, kuat, dan disiplin.

“Disiplin dalam berorganisasi, itu cara pemain Italia, berpengalaman, segitiga di belakang: Buffon, Bonucci, dan Chiellini. Mereka percaya diri dalam bertahan. Berderteminasi dan terorganisasi,” tukas Ferdinand yang merasakan mengangkat trofi Liga Champions bersama Manchester United pada 2008 silam.(adm/bola389)