Alasan David Luiz Selalu Bermain Cemerlang

Bola389 – Pelatih yang berasal dari negri pizza Italia, Antonio Conte mengaku bahwa pemain internasional Timnas Brazil, David Luiz bisa tampil bagus di Chelsea karena ia cocok dengan skema tiga bek yang ia terapkan di klub tersebut.

Defender asal Brasil ini sempat dilego oleh Chelsea ke PSG pada tahun 2014 lalu. Saat itu The Blues masih ditangani oleh Jose Mourinho.

Pada musim panas 2016, Chelsea memutuskan untuk membelinya kembali. Kali ini yang memulangkannya adalah pelatih yang berasal dari negri pizza Italia, Antonio Conte. Keputusan itu sendiri sempat dipertanyakan karena bek berusia 29 tahun itu dikenal sebagai bek yang kurang disiplin.

Namun semua anggapan itu sirna di sepanjang musim ini. Sebab pemain internasional Timnas Brazil, David Luiz telah bisa menunjukkan performa yang solid dan jauh berbeda ketimbang sebelumnya.

Pelatih yang berasal dari negri pizza Italia, Antonio Conte pun memujinya sebagai salah satu bek terbaik dunia saat ini. Manajer asal Italia itu lantas membeberkan alasan mengapa performa pemain internasional Timnas Brazil, David Luiz bisa begitu solid pada musim ini.

“Ini lebih sulit bagi para bek tengah? Untuk alasan ini, Paolo Maldini tidak pernah memenangkan Pemain Terbaik Dunia,” ujar pelatih yang berasal dari negri pizza Italia, Antonio Conte pada Mirror.

“Tapi posisi ini, sebagai pemain sentral dalam formasi tiga bek, sangat cocok bagi David untuk bermain,” terangnya.

Meski demikian, pelatih yang berasal dari negri pizza Italia, Antonio Conte juga menambahkan pemain internasional Timnas Brazil, David Luiz bisa tampil luar biasa berkat dukungan para rekan-rekannya, khususnya di lini belakang. Meski mengusung tiga bek dalam Formasi, Conte menempatkan Luiz di depan goalkeeper Courouis karena kecepatannya dalam berlari mengejar penyerang lawan.

“Ia memiliki teknik yang baik, ia kuat, bisa memulai penguasaan bola kami dan memiliki kepribadian untuk melakukan hal ini. Ia juga memiliki dua bek yang benar-benar bagus di sisinya, dalam diri Gary Cahill dan Cesar Azpilicueta, atau Kurt Zouma, Nathan Ake atau John Terry,” tandasnya.